-->

Menulis Buruk Itu Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali


Menulis Buruk Itu Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali
Menulis Buruk Itu Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali
Menurut pengalaman  saya... kecenderungan saya tiba-tiba berhenti menulis itu karena ingin cepat menulis dengan hasil yang bagus.

Padahal kenyataanya sangat susah untuk menghasilkan draft tulisan yang benar-benar bagus dan orisinil.

Kenyataannya,dalam dunia tulis-menulis hampir sama dengan pekerjaan lainnya.Butuh beberapa tahap agar mencapai hasil yang sesuai.

Ada beberapa yang harus di ketahui...
  • Perencanaan
  • Pengerjaan
  • Pengeditan
  • Evaluasi
Dalam kasus yang sering saya alami,sebelum benar-benar terjun dalam dunia blogging ini.Saya hanya menulis tanpa memikirkan beberapa tahapan diatas.Saya pikir...saya bisa menulis sekali jadi.

Tapi apa hasilnya...berantakan...

Saya ulangi beberapa kali...masih sama.

Saya mencari referensi kesana-kemari dengan banyak membaca artikel tentang cara menulis.Nyatanya...beberapa poin diatas adalah kesimpulan yang saya dapatkan.

Hampir semua menyarankan agar memulai dengan perencanaan ide,menulis dalam beberapa kondisi hati macam apapun,memulai memperbaiki tulisan ketika sudah jadi dan langkah terakhir terus-terus menerus diadakan perbaikan jika memang harus.Persis seperti tukang bangunan...

Kalau tidak percaya,lihatlah bagaimana tukang bangunan membangun sebuah rumah atau bangunan-bangunan lainnya.Dari mulai menyiapkan material yang dibutuhkan,mengukur ukuran bangunan...sampai membangunnya sesuai peta rencana.

Dalam pengerjaan bangunan (menurut pengamatan saya...),proses pengerjaan struktur bangunan tidak membutuhkan waktu yang lama.Justeru yang membuat lama adalah proses finishing-nya.Kenapa bisa begitu?karena disinilah pengerjaan detail-detail kecil mulai diterapkan.

Dalam dunia menulis juga begitu,..

Kita tak perlu menyertakan detail-detail kecil ketika dalam proses membangun struktur tulisan.Inilah penyakit yang saya alami ketika memulai menulis sebelum tahu tehnik yang sebenarnya.



Pernah baca novel kambing jantan karyanya mas raditya dika.Bagi yang pernah membacanya,pasti akan bilang "Wow,tulisan model begini mah gue juga bisa."

Tunggu dulu!!

Apa benar menulis macam novel kambing jantan itu gampang.Jika menurut sobat semua gampang,saya bersyukur.Karena dari pengalaman saya sendiri pertama kali menulis cerita yang enak untuk dinikmati alur topiknya terasa sangat susah.Draft pertama tulisan saya kalimatnya tak enak untuk dibaca.Jangankan untuk dibaca orang lain,saya sendiri sampai bosan dan putus asa setiap membacanya.

Tapi saya berpikir jika tak segera menulis akan lebih buruk hasilnya,saya tak bisa menghasilkan apa-apa.Kalau saya tak menghasilkan tulisan apapun.Lantas apa yang hendak saya baca.Iya,khan.

Biasanya jika saya mandek menulis.Saya akan memulai Draft tulisan sekena-kenanya apa yang ada di pikiran.Contohnya seperti ini:

Ini budi.Ini ibu budi.Ibu budi punya kelereng yang besarnya seperti jari kelingking bapak budi.Ia membeli kelereng itu dari teman bapak budi.Teman bapak budi rumahnya dekat rumah budi.Itulah alasan kenapa ibu budi membeli kelereng teman bapak budi.

Sangat jelek bukan?saya tidak merekomendasikan bagi sobat semua agar mengikuti apa yang saya lakukan diatas.Itu cara yang pas buat saya agar keingina menulis tetap on-fire dan belum tentu cocok untuk yang lain.Jika sempat silahkan baca artikel saya tentang sebuah cara menulis artikel yang unik dan berkualitas.

Sekali lagi,Itu hanya trik saya saja,jika sama sekali tidak bisa menemukan ide tulisan yang tepat.Jika sobat di rumah punya cara sendiri,lakukan menurut caranya masing-masing.Meminjam istilah dari mas sulak hal semacam ini disebut memancing ide.Tapi ya sangat berbeda apa yang dilakukan beliau dibandingkan dengan cara saya.

Disamping cara diatas,ada cara lain yang yang saya lakukan.Yakni,menulis dengan mengingat beberapa kejadian yang telah saya lakukan sebelumnya.Cara ini akan terasa lebih baik dikarenakan hanya memindahkan ingatan kejadian nyata kedalam bentuk tulisan.Sehingga menghindari jeda waktu yang terlalu lama. Dan menghindarkan diri dari keterikatan pikiran untuk menulis dengan hasil baik secara instan yang pada akhirnya  malahan berakibat keinginan untuk menulis menjadi padam.Hal paling saya ingat ketika sampai pada titik ini setelah membaca buku dari mas sulak adalah mengedit tulisan jika sekiranya kita merasa tulisan kita buruk.

Semoga bermanfaat.

Menulis Buruk Itu Lebih Baik Daripada Tidak Sama Sekali